Freemason

Rahsia Dalam Freemason

order_out_of_chaos

Strategi Dajal Laknatullah adalah menubuhkan seberapa banyak cabang pertubuhannya di sana sini. Kemudian di kemudian hari, semua pertubuhan itu akan bergabung untuk mendukung matlamat yang sama. Ini adalah untuk menjaga kerahsiaannya, juga untuk memastikan ia tidak berkubur bilamana satu pertubuhan hancur disebabkan tekanan pihak lain, maka yang lain akan tetap teguh (survive). Strategi Dajal juga menghendaki adanya hierarki dalam organisasi, maka dengan itu pihak bawahan tidak mengetahui perancangan pihak atasan (elit). Ini memberi banyak faedah dalam merangka pelbagai perancangan contohnya; pihak bawahan melakukan kerja-kerja sosial dan kebajikan namun pada masa yang sama para elit mereka merancang perang, menyebarkan pornografi, mengedar dadah dan 1001 kejahatan tanpa pengetahuan ahli bawahan. Dengan itu nama pertubuhan akan selamat dan kegiatan sebenar mereka terahsia selamanya dari pandangan umum.

Oleh itu kerahsiaan adalah salah satu ciri pergerakan syaitan ini.

Untuk memahami Freemason secara mendalam, pada dasarnya diperlukan suatu kajian yang intensif. Mempelajari seperti apa organisasi Freemason bukanlah suatu hal yang mudah oleh kerana:

1.Bersifat simbolik. Terdapat berbagai simbol-simbol yang dirujuk dengan Freemason. Dan, setiap simbol yang ditampilkan memiliki makna, sejarah, dan penjelasan.
2.Freemason dijalankan oleh berbagai tingkatan (degrees) yang ada dalam struktur organisasinya. Jadi, setiap level tidak selalu dapat mengetahui tingkatan-tingkatan yang berada di atasnya.
3.Aktivitas Freemason selalu bersifat rahsia dan rahsia adalah kekuatan utamanya. Semakin sedikit kita tahu tentang mereka, semakin kuat posisi mereka di atas kita. Dan keadaan ini semakin memotivasi para Mason untuk semakin merahsiakan aktiviti mereka. Hal ini juga yang menyebabkan mengapa selalu ada salahtafsir mengenai organisasi Mason. Selain itu, banyaknya tingkatan yang ada pada Freemason menyebabkan informasi yang keluar dari setiap anggotanya selalu berbeza-beza.

Dan sesungguhnya Freemason bukanlah SUMBER UTAMA dari teka-teki ini. Freemason hanya merupakan sebuah batu loncatan untuk masuk ke dalam komuniti rahsia yang ada dibelakangnya. Keanggotaan adalah kunci utama bagi kita untuk bisa memahami bentuk organisasi rahsia berikut game of power-nya.

Untuk bisa diterima sebagai anggota Freemason, ada keyakinan yang harus diterima, yakni adanya “Bapa dari segala Tuhan”, “Persaudaraan”, dan “Keabadian jiwa”. Pada awalnya, keyakinan tersebut seperti terlihat indah, namun ketika bergabung seseorang akan diminta untuk melepaskan keyakinan atau agama kita, baik itu Kristian, Muslim, maupun Yahudi. Jadi, keyakinan yang ditawarkan, seperti sebuah coklat yang mengandung racun didalamnya.

Tiga prinsip utama Mason antara lain:

1.Cinta pada kemanusiaan atas dasar persaudaraan (Brotherly love to the whole human species)
2.Menghilangkan penderitaan (Relieve the distressed)
3.Kebenaran sebagai sifat agung (Truth as a divine attribute)

Tiga prinsip utama ditambah keyakinan kepada Tuhan nampak begitu mempersona. Akan tetapi, banyak tindakan para Mason yang dilakukan lebih kerana sifat rakus dan melebihkan kepentingan golongan, baik secara sosial, politik, maupun ekonomi. Keadaan ini membuat Freemasonry tidak lebih dari sekedar perkumpulan para mafia Inggeris. Sebuah persaudaraan dalam persaudaraan (Brotherhood inside The Brotherhood).

Dalam Freemasonry juga dikenal adanya prinsip The 4 Perfect Points of Entrance yang meliputi, Gutta (Throat), Pectora (Chest), Manus (Hand), dan Pedes (Feet). Prinsip ini mengajarkan kehati-hatian atas apa yang dimakan dan diminum, apa yang diucapkan dan apa yang ada di dalam hati, apa yang dilakukan, dan kemana akan pergi. Ironinya, ketika sebahagian anggota persaudaraan Mason melakukan kegiatan amal, mereka yang berada di tingkatan tertinggi justru gemar merosak kewujudan agama, struktur sosial dan ekonomi global.

Prinsip The 4 Cardinal Virtues yang meliputi Kesederhanaan (Temperance), Ketabahan (Fortitude), Kebijaksanaan (Prudence), dan Keadilan (Justice), juga sangat mempersona. Dan lagi-lagi, ketika sebahagian anggota persaudaraan Mason secara aktif melakukan berbagai kegiatan derma kepada masyarakat, mereka, Mason yang berada di tingkatan tertinggi sebaliknya memangsa masyarakat. Dan seharusnya tugas terbesar Grand Lodge Mason saat ini adalah menghilangkan sinisme awam sekaligus membuktikan kepada awam bahwa organisasi Mason tidak terlibat dalam berbagai konspirasi; bahwa Mason bukanlah sebuah organisasi rahsia atau sebuah organisasi yang penuh dengan rahsia; bahwa keberadaan Mason dengan spirit dan nilai moral yang diembannya mampu memberikan faedah kepada masyarakat luas!

Sayangnya, yang terjadi tidak seperti itu. Menjadi anggota Mason tidaklah memperkaya spiritual dan moraliti kemanusiaan, kerana Mason akan merompak dan membuang jauh-jauh nilai agama diyakini sebelumnya. Mason bergerak dari berbagai sisi, mampu menjelma menjadi kekuatan konservatif mahupun tindakan baik dalam bidang politik, sosial, dan ekonomi. Ia juga mampu menjadi sebuah kekuatan revolusioner, dari golongan kiri maupun kanan.

Di kalangan gereja sendiri, Freemason telah dikecam keberadaannya oleh 8 paus: Tahun 1738 oleh Clement XII dalam “In Eminenti”. Pius IX mengeluarkan 6 kecaman yang memburukkan Masonry. Leo XIII tahun 1884, dalam “Humanum Genus”, mengungkapkan bahwa tujuan utama Freemason adalah menyiksa Kristian dengan penuh kebencian, dan tidak akan pernah beristirehat sampai mereka berhasil menghancurkan institusi-institusi keagamaan yang didirikan oleh Paus. John Paul II tahun 1983 mengatakan “Anda tidak boleh menjadi seorang Katholik dan Mason secara bersamaan!”

Cardinal Ratzinger juga pernah menyatakan, “Jika anda ingin menjadi seorang Mason, maka secara automatik anda akan dikeluarkan dan dikecam oleh gereja Katholik”, pernyataan ini disetujui oleh John Paul II bulan November 1983 dengan mengatakan: “Penilaian negatif gereja terhadap Mason tetap tidak berubah oleh kerana prinsip-prinsip Mason tidak dapat ditoleransi oleh doktrin gereja. Dengan demikian menjadi anggota Mason adalah suatu hal yang terlarang”

Advertisements

Kaitan Antara Freemason & Knight Templar

Apakah hubungan di antara Freemasonry dan Knight Templar?Sebenarnya terdapat rahsia besar di sini , dimana jika ingin mengetahui sebahagian rancangan Dajal Laknatullah maka para pengumpul Jigsaw Puzzle (para pengkaji: istilah MistisFiles) hendaklah menyusuri dari awal apakah titik pertemuan di antara dua nama besar ini. Rahsia inilah yang akan memandu anda kepada kepada sebahagian jawapan kepada Dua Rahsia Sulit Terbesar. Sesungguhnya Perang Salib itu sendiri adalah rancangan mereka beratus tahun setelah kejayaan Dajal Laknatullah dan para penyembah syaitan dari kaum pagan mewujudkan apa yang dinamakan “Kristian”.

“The Knight Templars (‘Kesatria Kuil/Haikal’)” yang terkenal di dunia Barat, yang menjadi pelopor dan inti dari tentera Salib, dibangun oleh anggota-anggota Majlis Kuasa Rahsia Qabala di Eropah yang umumnya terdiri dari orang orang Yahudi. Tujuan mereka ialah untuk membangun kembali Haikal Sulaiman dan menghidupkan kembali kcpercayaan Qabala di Palestin. Untuk tujuan itu mereka memprovokasi Paus Urban untuk “membebaskan Tanah Suci Jerusalem” dari tangan ‘kaum kafir muslim penyembah berhala’.

Beribu-ribu kaum Nasrani yang tertipu berangkat ke Jerusalem untuk menjalankan “perang suci” itu, yang lebih dikenal dalam sejarah dengan nama Perang Salib. Kerana kaum muslimin mempercayai Tuhan Yang Maha Esa, dan memuliakan juga Nabi Isa a.s., maka mereka menganggap kaum muslimin sebagai penghalang utama ajaran syirik mereka yang menyembah Lucifer/Iblis.

Para perajurit Salib yang didukung oleh sejumlah raja-raja Eropa berhasil merebut Jerusalem dari tangan kaum muslimin pada tahun 1099. Tatkala Jerusalem jatuh terjadilah pembunuhan dan perkosaan, bukan saja terhadap kaum muslimin, tetapi juga terhadap ummat Kristian Timur. Menurut catatan Encyclopaedia Britanica selama pembunuhan itu, masjid Umar digenangi oleh darah kaum muslimin setinggi mata-kaki. Pemimpin pertama ‘Knight Templars’ bernama Codei Froi de Bouillar, yang menjadi raja Kristian Qabalis yang pertama di Jerusalem pada tahun 1099. Dua dasawarsa kemudian ‘kesatria haikal’ Qabalis menjadi kekuatan yang paling ditakuti dan disegani di Eropah dengan harta kekayaan yang mereka rompak dari Palestin. Selama abad ke-l2 dan ke-13, ‘kesatria haikal’ menyebarkan kepercayaan Qabala mereka ke seluruh Eropah melalui jalan politik, sosial dan kelompok-kelompok gereja.

Barulah pada awal abad ke-13 bangsa-bangsa Eropa menyedari kejahatan para ‘kesatria haikal’ Yahudi tersebut, dan akhirnya memutuskan untuk menyapu bersih mereka. Pada 1307 Pemerintah Perancis Phillipe IV dengan dukungan Paus Clement V, menangkap dan memenjarakan Jacques de Molay, pemimpin tertinggi ‘kesatria haikal’ dan sebagian besar anggotanya. Paus Clement V mengeluarkan sebuah dekrit yang menyatakan ‘ksatria haikal’ sebagai kelompok Anti-Christ. Atas dasar dekrit tersebut Molay dan para pengikutnya dijatuhi hukuman dibakar di kayu sula pada 1307.

Beberapa tokoh ‘kesatria haikal’ yang berhasil lolos bersumpah untuk menghancurkan gereja, para raja, dan rahib. Beberapa orang di antara mereka berhasil menyelamatkan diri ke Scotland disana mendirikan ‘the Scottish Rites” (Freemasons cawangan Scot), dan beberapa lagi ke kerajaan-kerajaan Jerman, dan bergabung ke dalam organisasi ‘Illuminati’ Bavaria yang dipimpin oleh Adam Weishaupt, suatu cabang Qabala di Eropah. Setelah ‘Illuminati’ dinyatakan terlarang di Bavaria, mereka menyusup dan berhasil menguasai organisasi rahsia kaum Protestan ‘Freemasonry’ yang dipimpin Friederich yang Agung, raja Prussia1.

RAHSIA YANG DIKETAHUI OLEH PARA TEMPLAR

Ketika kita menyebutkan tentang para Kesatria Templar sebelumnya, kita mencatat bahwa aliran pejuang salib yang aneh ini dipengaruhi oleh sebuah “rahsia” yang ditemukan di Jerusalem, yang membuat mereka meninggalkan agama Kristian dan mulai mengamalkan ritual-ritual sihir. Kita sebutkan bahwa banyak peneliti telah mencapai pendapat bahwa rahsia ini berhubungan dengan Kabbalah. Misalnya, dalam bukunya Histoire de la Magie (Sejarah Ilmu Sihir), penulis Perancis, Eliphas Levi, memberikan bukti terperinci bahwa para Templar dibaiat ke dalam doktrin-doktrin misteri Kabbalah, yakni, mereka secara rahsia dilatih di dalam doktrin ini. Begitulah, sebuah doktrin yang berakar di Mesir Kuno diteruskan kepada para Templar melalui Kabbalah.

Dalam Foucault’s Pendulum, novelis Umberto Eco*) menceritakan fakta-fakta ini di dalam alur cerita. Sepanjang novel tersebut, dia mengisahkan, melalui pembicaraan para tokoh protagonisnya, bahwa para Templar dipengaruhi oleh Kabbalah dan bahwa para pengikut Kabbalah memiliki rahsia yang dapat dijejak hingga ke firaun-firaun Mesir Kuno. Menurut Eco, sebahagian bangsa Yahudi yang terkemuka mempelajari rahsia-rahsia tertentu yang diambil dari bangsa Mesir Kuno, dan kemudian menyisipkannya ke dalam lima kitab pertama Perjanjian Lama (Pantateuch). Tetapi rahsia yang diteruskan secara rahsia ini hanya dapat dipahami oleh para pengikut Kabbalah. (Zohar, yang di kemudian hari ditulis di Sepanyol, dan membentuk kitab asas Kabbalah, berhubungan dengan rahsia-rahsia kelima kitab tersebut) Setelah menyatakan bahwa para penganut Kabbalah juga membaca rahsia bangsa Mesir Kuno ini dalam pengukuran geometri haikal Sulaiman, Eco menuliskan bahwa para Templar mempelajarinya dari para rabbi pengikut Kabbalah di Jerusalem:

Rahsia itu yang semuanya telah disampaikan Haikal hanya diketahui oleh sekelompok kecil rabbi yang tetap tinggal di Palestin…. Dan dari mereka para Templar mempelajarinya.

Ketika para Templar menyerap doktrin Kabbalis-Mesir kuno ini, sudah tentu mereka bertentangan dengan kekuasaan Kristian yang menguasai Eropah. Pertentangan serupa juga terjadi antara mereka dengan kekuatan bangsa Yahudi lainnya. Setelah para Templar ditangkap oleh perintah bersama raja Perancis dan Paus di tahun 1307, aliran ini bergerak di bawah tanah, namun pengaruhnya tetap bertahan, dan dengan cara yang lebih radikal dan mantap.

Seperti disebutkan sebelumnya, sejumlah besar kesatria Templar melarikan diri dan meminta perlindungan kepada raja Scotland, satu-satunya kerajaan Eropah pada saat itu yang tidak mengakui pemerintah Paus. Di Scotland, mereka menyusup ke dalam persatuan para tukang batu, dan perlahan mengambil alih. Persatuan-persatuan tersebut menyerap tradisi-tradisi kesatria Templar, dan dengan demikian, benih Masonic ditanam di Skotlandia. Sampai hari ini, garis utama Masonry masih merupakan “Cawangan Scottish yang Kuno dan Diakui” (The Ancient and Accepted Scottish Rites)

Para Templar dan Mason, karena kepercayaan tahyul mereka mengenai Sulaiman, yakin bahwa terdapat sebuah “rahsia” di dalam haikal ini yang diteruskan dari peradaban pagan kuno. Kerana itulah kesusasteraan Masonic memberikan banyak penekanan kepada haikal Sulaiman tersebut.

Sebagaimana telah dibahas secara terperinci di dalam buku Aliran Masonic Baru, jejak para Templar dapat dikesan sejak awal abad keempat belas dan sekelompok bangsa Yahudi berhubungan dengan mereka pada berbagai babak sejarah Eropa. Tanpa membahas perinciannya, inilah sebahagian pembayang yang mengkaji topik ini:

* Di Provence, Perancis, pernah terdapat sebuah tempat persembunyian penting para Templar. Selama masa penahanan, sangat banyak yang bersembunyi di sini. Ciri-ciri penting lain daerah ini adalah sebagai pusat Kabbalisme paling terkenal di Eropa. Di Provence tradisi lisan Kabbalah dibukukan.

* Pemberontakan Petani di England pada tahun 1381, menurut para ahli sejarah, dikobar-kobarkan oleh sebuah organisasi rahsia. Para pakar yang mengkaji sejarah Masonry sepakat bahwa organisasi rahasia ini adalah para Templar. Pemberontakan ini bukan sahaja lebih dari sekadar pemberontakan sivil, tetapi merupakan penyerangan terancang terhadap Gereja Katolik.

* Setengah abad setelah pemberontakan ini, seorang pastor di Bohemia bernama John Huss memulai pemberontakan melawan Gereja Katolik. Lagi, di balik pemberontakan ini berdiri para Templar. Lebih-lebih lagi, Huss sangat tertarik dengan Kabbalah. Avigdor Ben Isaac Kara adalah salah satu nama terpenting yang berpengaruh dalam perkembangan doktrinnya. Kara adalah seorang rabbi dari komunitas Yahudi di Praha dan seorang pengikut Kabbalah.

250px-Baphomet

 

Baphomet adalah satu dari puja-pujaan kaum Kabalis yang mewakili syaitan. Makhluk ini berkepala kambing bertanduk atau dikenal dengan kambing “Mendes”, lambang kuno untuk syaitan. Penampilannya melambangkan kekuatan-kekuatan hitam disatukan dengan kemampuan beranak-pinak seperti halnya kambing. Di dahi, diantara dua tanduk dibawah jamung, adalah lambang pentagram. Bahagian bawah badannya diselubungi kain hitam melambangkan kerahsiaan. Baphomet digambarkan sebagai makhluk hermaphrodit dengan mempunyai buah dada lambang kewanitaan dan phallus lambang kelelakian. Dua ular melingkar di phallus yang berdiri. Ular juga merupakan simbol dari syaitan. Sayap melambangkan kemampuan Lucifer untuk Terbang.

“Bila kita telah menjadi penguasa kita harus memandang sebagai hal yang sama sekali tidak dikehendaki keberadaan agama-agama lainnya kecuali agama kita; menyatakan hanya ada satu Tuhan yang oleh takdir-Nya kita telah ditentukan sebagai ‘Ummat Pilihan’, dan yang melalui takdir-Nya pula nasib kita menyatu dengan masa depan dunia. Karena alasan inilah kita harus menghancurkan semua agama lainnya. Kalau ada muncul atheisme yang baru, sebagai langkah transisi faham ini tidak akan menghalangi tujuan kita.” (‘Protokol Zionisme yang Keempat-belas)

Kepercayaan Qabala

Akibat mengalami penindasan yang panjang selama beribu tahun kaum Yahudi memelihara kepercayaan nenek-moyang mereka yang pada dasarnya menyimpang bahkan bertentangan dengan aqidah yang diajarkan oleh Nabi Musa a.s. Kepercayaan kuno itu dipelihara dengan keyakinan untuk mempertahankan kewujudan mereka. Di antara kepercayaan yang tertua dan paling dihormati adalah kepercayaan ‘Qabala’, atau kadangkala ditulis ‘Kabbala’. Nama Qabala diambil dari kata Ibrani ‘qibil’, yang maknanya “menerima”. Qabala dalam hal ini berarti “menerima doktrin okultisme (ilmu sihir) rahsia”.

Sejak masa Nabi Ibrahim a.s. meninggalkan Sumeria (Iraq sekarang ini) sampai dengan penjajahan Rom atas Palestina, Qabala tetap merupakan kepercayaan Yahudi yang sangat rahsia, yang ajarannya hanya diketahui oleh anggotanya, yang disampaikan dengan cara dari mulut-ke-mulut, disampaikan oleh para pendeta tinggi kepada para ahli bawahan. Selama period ini para pendeta tinggi itu tinggal di Sumeria, kemudian menyebar ke Mesir Kuno, dan Palestin Kuno. Salah seorang pendeta tinggi Qabala ialah Samiri, tokoh yang mengajak Bani Israel yang baru saja keluar dari tanah Mesir untuk menyembah sebuah patung anak sapi yang terbuat dari emas, tatkala mereka ditinggalkan oleh Nabi Musa a.s. berkhalwat di gunung Tursina di Sinai untuk menerima wahyu ‘Firman yang Sepuluh’ dari Allah.


Gambar Kambing “Mendes” peninggalan Mesir kuno

Beberapa waktu sesudah berakhirya penjajahan Rom di Palestin, para pendeta tinggi Qabala memutuskan tradisi okultisme kuno itu untuk dirakam secara tertulis ke atas papyrus berupa gulungan (‘scroll’) sebagai usaha agar ajaran itu dapat diwariskan kepada generasi Yahudi berikutnya. Selama masa pendudukan Rom itu ajaran Qabala dihimpun dari berbagai tradisi lisan ke dalam beberapa gulungan, dan akhimya dijilid ke dalam sebuah kitab yang utuh.

Tugas menghimpun ajaran yang masih berupa lisan itu dibebankan kepada dua orang, yaitu ‘Rabbi’ (Guru) Akiva ben Josef, yang menjadi ketua Majlis Tinggi Pendeta Sanhedrin pada waktu itu, dan pembantunya Rabbi Simon ben Joachai. Pada waktu itulah Qabala disistematikkan menjadi dua jilid : ‘Sefer Yetzerah’ (Kitab Genesis, tentang Penciptaan Alam Semesta), dan ‘Sefer Zohar’ (Kitab Keagungan).

Salah satu simbol dari syaitan adalah kepala kambing “Mendes”. Imej hitam seram ini melambangkan kekuatan hitam. Simbol kambing digunakan sebagai kekuatan regeneratif Lucifer. Untuk menegaskannya, sebuah phallus laki-laki diletakkan di atas kepala kambing, sekali lagi untuk menekankan kemampuan regeneratif Lucifer. Pentagram diatas kepala kambing adalah satu lagi simbol dari kepala kambing, yaitu setiap ujung bintang mewakili kedua tanduk, kedua kuping dan dagu kambing. Maka dengan itu dilambangkan dengan pentagram terbalik, yaiut dua ujung bintang keatas, satu ujung kebawah. Api diatas phallus juga simbol dari Lucifer, yaitu sifat keapiannya

Kitab Zohar penuh dengan ayat-ayat yang bersifat rahsia dan perumpamaan, dan ayat-ayat itu hanya dapat difahami melalui Kitab Yetzerah, semacam kitab terjemahan. Beberapa abad sesudah Masehi, di Eropah muncul kitab ajaran Qabala yang baru bemama ‘Sefer Bahir’- ‘Kitab Cahaya’. Ketiga kitab itu semuanya tertulis dalam bahasa Ibrani, yang kemudian atas pertimbangan pragmatisme diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa Eropah. Ketiga kitab Qabala itu memuat ajaran sangat suci bagi kultus sesat, penyembahan kepada Iblis, dan menjadi buku pegangan Gereja-gereja Iblis di seluruh dunia.

Lambang dari Gereja Iblis

Kaum Yahudi Qabalis, sebagaimana ajaran Samiri, secara terang-terangan menyatakan permusuhan mereka kepada Tuhan Yang Maha Esa, Maha Pencipta Alam Semesta. Menurut iman mereka Iblis, atau Lucifer, sebagaimana mereka menyebutnya dengan penuh hormat, telah “diperlakukan dengan tidak adil” dan ia adalah satu-satunya tuhan yang patut disembah. Iblis adalah tuhan mereka.

Iblis, atau khususnya ‘syaitan’, dalam bahasa-bahasa Semit (termasuk bahasa Arab) berarti “pemberontak”, yakni “memberontak kepada Allah”, karena itu kaum Qabalis tidak menyebutnya dengan nama Iblis. Mereka menyebutnya dengan nama Lucifer, yang berati “pembawa sinar cahaya”. Penggunaan kata Iblis dianggap sebagai penghinaan kepada tuhan mereka. Kata Lucifer bererti cahaya, terang, pencerahan dan sebagainya.

Salah satu tema penting yang berkaitan dengan kepercayaan Qabala ialah kekuasaan yang datang dari cahaya, api, dan matahari. Ketiga hal itu menjadi perlambang dari ajaran penyembahan kepada Iblis, Yang dipercayai diciptakan dari api. Segala sesuatu yang berkaitan dengan cahaya, api atau matahari, merupakan perlambang dari Iblis.

Ajaran Qabala menjelaskan adanya hierarki kekuasaan yang mereka sebut “sefrotim”, yang dalam bahasa Ibrani berarti “penyinaran”. Ada sepuluh ‘sefrotim’, yang dalam bahasa Ibrani disebut ‘sitra ahra’, yang artinya “sisi lain”. Penyinaran ‘sefrotim’ diwakili oleh sejumlah makhluk halus yang dalam bahasa Ibrani disebut ‘shedim’. ‘Shedim’ terdiri dari sejumlah roh. Roh tertinggi adalah Lucifer sebagai “pembawa cahaya”. Semua roh yang disebut ‘shedim’ itu tercipta dari asal api. Oleh karena itu api menjadi sesembahan terpenting dalam ajaran Qabala. Beberapa di antara ‘shedim’ itu ada yang berkahwin dengan manusia, dan mereka ini disebut ‘mazzikim’, atau “shedim yang tidak berbahaya”, dan anak hasil perkawinan itu bila lahir disebut ‘banim shovavim’ yang artinya “anak haram-jadah”.

Menurut ajaran Qabala manusia tidak memerlukan akan Allah, bahkan menurut mereka manusia bisa menjadi manusia suci yang setara dengan tuhan. Mereka menyebut faham yang deseptik ini dengan Istilah ‘humanisme’, bahwa manusia berdaulat untuk mengatur hidupnya sendiri di dunia. Kaum Qabalis menyebarkan paham ini kepada kaum non-Qabalis untuk menghancurkan keimanan manusia kepada Allah.

Kaum Qabalis seringkali menggunakan simbol-simbol seks untuk mewakilkan ‘humanisme’. Organ lelaki disimbolkan dengan ‘phallus’ (‘lingga’). sebagai perlambang kekuasaan regeneratif, atau kekuasaan untuk berkembang biak. Sedangkan organ wanita dilambangkan oleh pelataran yang disebut ‘yoni’ yang memperlambangkan kawasan kesuburan. ‘Yoni’ disebut juga dengan nama lain, “Ibu Pertiwi” (‘Mother Earth ‘).

Monumen Obelisk George Washington melambangkan phallus Lucifer, yaitu kekuatan generatif. Ia menghadap ke balkoni separuh lengkung Rumah Putih, simbol dari kekuatan reproduktif organ wanita. Simbol-simbol kaum Qabalis ini bukan hanya terdapat di Mesir Kuno berupa obelisk, yaitu tugu batu tegak, tetapi oleh kaum Qabalis dibawa bersama mereka dan kemudian berkembang ke berbagai ibukota dunia seperti di Washington, DC. dan ibukota-ibukota Eropa. Obelisk yang didirikan umumnya menghadap ke bangunan pusat kekuasaan sebagai perlambang kekuasaan (kejantanan) bahkan obelisk semacam didirikan juga di Saint Peter Basillica, Vatikan.

Kaum Qabalis juga menggunakan imej segitiga dan bangunan piramid untuk mewakili struktur hierarki mereka. Para elit Qabalis duduk pada puncak piramid menguasai jisim yang berkewajiban menopang piramida tersebut. Lambang kaum Qabalis, piramid dengan sebiji mata Lucifer yang “selalu mengawasi dan menguasai”, terdapat pada sisi belakang matawang kertas dolar Amerika sekarang ini. Kaum Qabalis juga menggunakan lambang dua buah segitiga yang dipasang menjadi satu dengan posisi masing-masing terbalik, menjadi bintang segi-enam yang kini oleh orang Yahudi ditransformasikan seolah-olah sebagai ‘bintang Nabi Daud as”. Dua buah bintang segitiga masing-masing dengan posisi terbalik sebagai lambang Lucifer itu disalahtafsirkan oleh kaum Qabalis sebagai lambang bintang dari “Nabi Daud” pada tahun 1948 di PBB. Penciptanya adalah Joseph Stalin, diktator Soviet Union, sebagai negara pertama yang mengakui negara Yahudi Israel.

Selain itu kaum Qabalis juga menggunakan lambang bintang segilima yang terbalik, dua hujung menghadap ke atas, dua hujung menghadap ke samping dan satu hujung menghadap ke bawah, yang melambangkan dewa berkepala kambing ‘Mendes’. ‘Mendes’ adalah nama lain dari Lucifer. Dua hujung bintang yang menghadap ke atas merupakan tanduk, dua hujung yang ke samping adalah telinganya, dan hujung yang menghadap ke bawah adalah dagunya.

Kepercayaan Qabala selanjutnya tumbuh dan berkembang baik dalam jumlah maupun dalam kekuasaan ke seluruh dunia dalam berbagai bentuk dan aspeknya di dalam masyarakat. Para penyembah Iblis ini menggunakan kebohongan, pemerasan, rasuah, seks bebas, dan bahkan kekerasan, untuk mencapai tujuannya membangun penguasaan kehidupan di dunia. Ajarannya bertujuan untuk menghancurkan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Pencipta Alam Semesta, dan siapa saja yang menghalangi penyembahan Lucifer.


Ini adalah segel kenegaraan Amerika Serikat yang terdapat pada mata uang Satu Dólar Amerika. Sebiji mata Lucifer yang selalu “melihat dan menguasai, menyinar bagai matahari”, terletak di puncak piramida. Kata-kata atin “Anuit Coeptis – Novus Ordo Seclorum” berarti – Konspirasi Kia – sebuah Tata Dunia Baru”

Hexagram atau bintang berhujung enam dibentuk dari dua segitiga yang saling mengunci. Segitiga adalh lambang Qabalis paling umum. Segitiga yang ujungnya menghadap kebawah adalah lambang wanita yang sesuai dengan Yoni dan juga disebut segitiga air. Segitiga yang hujungnya menghadap keatas adalah lambang laki-laki, lingga atau phallus, mewakili tuhan mereka Lucifer dan disebut juga Segitiga Piramid atau Piramid Air. Kesatuan mereka menghasilkan kekuatan yaitu prinsip generatif. Selain itu, kedua segitiga tersebut mempunya arti esoterik. Segitiga yang menghadap kebawah disebut juga Segitiga Ketuhanan, segitiga yang menghadap keatas disebut Segitiga Piramid, yang juga simbol manusia sempurna. Kemudian mereka menunjukan bagaimana manusia bisa menjadi tuhan, gagasan utama dai Humanisme. Setiap sisi ari segitiga membentuk ‘66 karena itu hexagram mengandung ‘666’. Hexagram digunakan pada riual-ritual sihir dan juga dianggap sebagai simbol dar kekuatan utama syaitan. Hexagram digunakan untuk memanggil syaitan untuk mengguna-guna atau mengutuk sang korban. Isitilah “to hex” dalam bahasa Inggeris yang ertinya mengguna-guna atau mengutuk datang dari amalan ini.

Kepercayaan Qabala – Aliran Zoroaster di Parsi

Zoroasterisme adalah salah satu cabang dari kepercayaan Qabala yang menyebar ke Parsi dengan amalan keagamaannya lebih menekankan pada sihir bersamaan dengan penyembahan kepada Iblis. Para pcmimpin agama Zoroaster disebut dengan nama ‘magi’, ritual agamanya disebut ‘magus’, dan dari kata inilah kemudian menjadi kata ‘magis’, dan al-Hadith menyebut Zoroasterisme dengan nama Majusi.

Ritual para ‘magi’ bertujuan untuk menyempumakan seni sihir okultisme dan ilmu tenung, tuju-tuju, dan ‘guna-guna’ dengan melalui bantuan jin dan roh-roh halus. Cabang kepercayaan Qabala juga berkembang ke Mesir Kuno di masa Fir’aun. Ilmu astrologi (peramalan nasib yang dikaitkan dengan posisi bintang-bintang tertentu – zodiak), numerologi (peramalan berdasarkan angka-angka yang dikaitkan dengan huruf), berkembang di Sumeria, kemudian ke Mesir, ke Babilonia, dan ke Persia, yang dihubungkan dengan penyembahan roh-roh halus.

Ajaran Qabala di Persia tertulis di dalam kitab suci mereka yang dinamakan ‘Avesta’ . Di dalam ‘Avesta’ Lucifer disebut dalam bahasa Parsi Kuno dengan nama ‘Ahuramazda’ atau ‘Ormuzd’, yaitu sang “pembawa cahaya”. Untuk menghormati ‘Ormuzd’, atau Lucifer, kaum Qabalis Zoroaster menyembah api dan matahari sebagai lambang Lucifer. Kepercayaan Qabala Zoroaster bertahan hidup selama lebih dari seribu tahun sampai Parsi ditaklukkan oleh Islam pada tahun 651 Masehi. Meskipun demikian agama ini masih dianut secara sembunyi-sembunyi oleh sebagian kecil pemeluknya di Iran sampai dengan sekarang ini.

Qabala di Jerusalem

Di Palestin kelompok Qabalis dipimpin oleh Herodus II, gabenor Rom di Jerusalem, dengan dua orang pembantunya, Ahiram Abiyud dan Moav Levi. Herodus II memimpin kaum Qabalis melawan penyebaran ajaran Jesus. Kelompok ini berupaya membangun kembali Haikal Sulaiman di Jerusalem sebagai pangkalan gerakan mereka.

Majlis Kuasa Rahsia Qabala yang beranggotakan sembilan orang pendeta Qabala bersidang pada tanggal 10 Agustus 43Masihi dipimpin langsung oleh Herodus II, Abiyud, dan Levi. Sidang pada hari itu memutuskan untuk mengakhiri kegiatan Jesus serta para muridnya. Adalah Herodus II yang memerintahkan untuk menyembelih Nabi Zakaria a.s. dengan menggunakan gergaji pemotong kayu. Ia kemudian memerintahkan juga membunuh Nabi Yahya a.s. dan memerintahkan mempersembahkan kepala Nabi Yahya a.s. yang telah dipenggal itu di atas sebuah dulang ke hadapannya.

Dengan kekuasaannya yang luar biasa ia berhasil memerintahkan Majelis Tinggi Pendeta Sanhedrin, badan tertinggi pada hierarki kependetaan Yahudi, agar mengeluarkan dekrit hukuman mati berdasarkan hukum Rom di atas kayu salib terhadap Jesus dengan tuduhan telah menghina Tuhan. Herodus II juga memerintahkan membunuh Peter, murid Jesus melalui kaki -tangannya bernama Nero.

Dalam waktu singkat paling tidak berdiri 40 gereja yang dipengaruhi dan mengikuti ajaran Injil versi Qabala di seluruh tanah Palestin. Dalam tempoh yang tidak terlalu lama ajaran Injil versi Qabala berkembang ke seluruh wilayah kekaisaran Rom dan membangun di Eropah.

Asal-usul Freemasonary

Di dalam arkib MistisFiles terdapat pelbagai silibus di bawah tajuk Freemasonry, dan pelbagai versi tentang asal-usul pergerakan syaitan ini. Para pelatih di makmal penyelidikan kami perlu belajar semua silibus Freemasonry ini. Di bawah ini diturunkan satu penjelasan padat tentang asal-usul pergerakan syaitan ini.

Period Kuno

Menurut legenda ritual Freemasonry, persaudaraan Mason telah ada sejak pembangunan kuil Raja Sulaiman ratusan abad silam. Disebabkan kuil yang dikerjakan sangat besar, sehingga diperlukan adanya suatu bentuk organisasi kerja yang baik untuk memastikan pembangunan kuil selesai tepat pada waktunya. Keadaan ini mendorong perkembangan organisasi pekerja stonemason dan arkitek ke dalam berbagai tingkatan dan kelas dengan tanggung jawab yang berbeza-beza.

Banyak watak-watak yang diungkap dalam buku Kings and Chronicles dalam Kitab Yahudi sesuai dengan situasi-situasi yang ada di berbagai tingkatan organisasi Masonry, misalnya Raja Sulaiman, Hiram (Raja Tyre yang mensuplai bahan material, terutama kayu cedar, untuk pembangunan kuil), Adoniram, dsb.

Meskipun persaudaraan Masonic melakukan ritual-ritual zaman Raja Sulaiman, agar dapat menjadi sebuah kebenaran sejarah, tetapi tidak ada autoriti Masonic yang memberikan kebenaran tentang adanya organisasi Mason di masa lampau.

Yang sudah diketahui dengan pasti adalah ada sebuah organisasi persaudaraan di masa lampau, baik diantara kaum pagan maupun kaum Yahudi. Dan kes yang lebih dahulu muncul adalah organisasi tersebut dikait-kaitkan dengan adanya sesuatu yang penuh rahsia, seperti halnya misteri Eleusinian yang sangat terkenal. Contoh misteri yang mengemuka lainnya adalah adanya kelompok rahsia yang bernama Pharisees.

Eleusinian adalah sebuah komuniti rahsia yang mempunyai ritual-ritual dikalangan anggotanya, pembagian kelompok yang lebih kecil dengan sifat kerahsiaan yang semakin besar, ujian-ujian yang harus dihadapi sebelum memperoleh pengetahuan dan rahsia yang harus dijaga. Rahasia komuniti ini tetap terjaga dengan baik dari waktu ke waktu dan yang mengetahui hanyalah mereka saja. Mungkin pengetahuan tentang sifat komuniti ini jatuh ke tangan para pendiri Mason dan pada akhirnya membentuk struktur organisasi Mason seperti sekarang ini.

Berbeda dengan Eleusinian, kelompok Pharisees tidak menyembunyikan pengetahuan apapun. Akan tetapi, mereka melakukan pembatasan keanggotaan dan memanggil sesamanya dengan sebutan “chaver” (kha VER), konsep yang sama dengan penggunaan sebutan “saudara” atau “kawan” pada organisasi Mason sekarang. Setiap anggota baru diminta untuk bersumpah dan mematuhi perintah dan hukum organisasi dengan disaksikan oleh tiga anggota lainnya.

Pharisees dianggap memiliki ajaran yang berbeza oleh para pengikut Yahudi maupun Kritian. Di kemudian hari, istilah Pharisee memiliki konotasi negatif, yang hampir sama dengan kaum hipokrit. Bagi kaum Yahudi, struktur Pharisaic secara asasnya telah muncul dalam ajaran agama Yahudi 2000 tahun yang lalu. Pharisees dipandang sebagai sebuah kelompok yang berupaya memadamkan peranan agama di mana puncaknya adalah penghancuran kuil di Jerusalem.

Pengetahuan mengenai amalan-amalan Pharisaic mungkin sudah diketahui oleh para pendiri Mason. Mereka juga memandang bahwa hanya ada satu cara efektif untuk mengorganisasi sebuah persaudaraan dengan baik, dan cara tersebut telah ditemukan secara terus menerus, bebas, dan selalu berulang.

Periode Pertengahan

Teori munculnya Freemasonry yang juga cukup umum adalah berasal dari kesatuan pekerja atau kelab stonemason pada abad pertengahan. Istilah “Free” merujuk bahwa Mason tidak terikat dengan tanah sebagai hamba, tetapi mereka adalah orang-orang bebas pergi kemana pun, seperti hal seorang pedagang yang selalu membangun di manapun ia berada.

Mason di abad pertengahan selalu mendirikan berbagai bangunan, tetapi perhatian khusus selalu dipusatkan pada kathedral-kathedral besar yang dibangun selama zaman ini. Untuk menciptakan sebuah bangunan yang mengagumkan, diperlukan pendidikan prinsip-prinsip geometri, aritmatik, maupun teknik kejuruteraan awam. Kelab stonemason, dan para arkitek pada masa itu menjadi sebuah semacam pusat penyimpanan pengetahuan di luar unsur paling dominan yang ada di masyarakat: pendeta.

Seiring dengan gelombang maraknya pembangunan kathedral dan permulaan masa-masa renaisance, diperkirakan Freemason tetap menjaga organisasi mereka dengan membuka keanggotaan untuk forum perbincangan ahli falsafah serta pengetahuan lain. Anggota tersebut merupakan orang-orang tertentu yang berada di kelas atas dan bukan pekerja itu sendiri.

Ada teori lain tentang kemunculan Freemasonry pada abad pertengahan. John Robinson penulis buku Born on Blood mengatakan bahwa para Mason adalah keturunan dari Kesatria Templar. Templar adalah sekelompok kesatria yang memiliki kekuatan dan kesejahteraan semasa Perang Salib. Setelah Perang Salib selesai, pada abad ke-14, mereka ditekan oleh Raja Perancis dan kalangan gereja. Sebagian besar para templar menemui ajalnya, dan ada juga sebagian dari mereka yang mampu bertahan. Beberapa tingkatan dalam Mason berkaitan dengan kejadian ini. Hipotesis yang kemudian muncul adalah bekas para templar tersebut mempertahankan persaudaraan mereka dengan melakukan penyamaran dalam bentuk Freemasonry.

Teori-teori mutakhir yang berkisar kepada asal-usul Masonry justeru tidak mengarah pada kelab stonemason seperti yang diungkapkan sebelumnya, melainkan lebih kepada akibat dari konflik yang ada di England pada abad ke 17. Cyril Batham, salah seorang Quatuor Coronati Research Lodge yang cukup terkenal di England, mengungkapkan bahwa orang-orang ini mendirikan Lodge untuk menjaga komunikasi ketika bersembunyi dari kejaran kaum Anglikan semasa pergolakan Jacobite.

Periode Moden

Di era moden, Freemasonry muncul sejak didirikannya Grand Lodge pertama pada St. John’s Day, di London pada tahun 1717. Empat lodge lama berkumpul bersama di Goose dan Gridiron Ale House untuk mengorganisasi pendirian Grand Lodge.

Dari waktu ke waktu organisasi-organisasi free-thinker seperti Masonry ini semakin matang untuk melebarkan sayapnya di dunia Barat. Masa-masa pencerahan di benua ini dimulai ketika England sedang dalam proses menjadi sebuah negara liberal yang ditandai dengan penolakan konsep “hak agung” monarki James II. Organisasi Masonry menyebar dengan cepat ke kawasan lainnya seperti Perancis, Austria-Hungary, dan Jerman.

Lodge kuno dan moden yang berada di England, pada tahun 1813, kemudian bergabung menjadi sebuah organisasi tunggal yang bernama United Grand Lodge of England. Ketika itu, kedua organisasi Mason membuat piagam tentang Tata Dunia Baru. Fakta ini menjadi dasar adanya keragaman ritual Mason di daratan Amerika, meskipun sifat ritual yang asli tidak dapat dilihat dari konsep keanggotan Grand Lodge semata, yakni sebagai “Ancient Free and Accepted Masons” atau hanya “Free and Accepted Masons”.

Lodge pertama di AS didirikan sesuai dengan apa yang diamanatkan dalam piagam Grand Lodges di England. Dalam perjalanannya, Lodge-lodge di daerah koloni merasa perlu untuk membentuk Lodge yang baru dan dapat mengorganisasi Grand Lodge (berada di tanah jajahan semasa era koloni) mereka sendiri.

Grand Lodge bebas pertama di Amerika dibentuk sebagai hasil pertemuan empat Lodge di Virginia. Seperti apa yang telah diamanatkan oleh Grand Lodge yang berada di negara masing-masing, konsep ritualnya merupakan perpaduan dari Grand Lodge-Grand Lodge yang ada. Pada tahun 1995, sudah berdiri Grand Lodge di 50 negara bahagian AS, dan 1 di daerah Columbia. Ada perkembangan yang cukup pesat pada organisasi ini, seperti misalnya Grand Lodge di California memiliki kuasa atas Lodge di Hawaii.

Masonry memainkan peranan penting di masa-masa awal sejarah kemerdekaan AS. Banyak pendiri negara AS adalah Mason (1/3 dari penandatangan Deklarasi Kemerdekaan AS dan 1/3 yang menghadiri Consitution Convention di Philadelphia tahun 1787 adalah para Mason), termasuk Benjamin Franklin dan George Washington. Disinyalir, Boston Tea Party semasa kemerdekaan AS juga turut di organisasi dalam salah satu pertemuan Lodge. Pada peristiwa itu, sekelompok orang yang memakai atribut Indian menumpahkan teh di pelabuhan Boston diduga adalah Mason. Ada juga cerita bahwa pasukan England menjaga hartabenda milik Mason Amerika ketika revolusi berkobar untuk kemudian diserahkan kepada autoriti Masonic Tempatan setelah perang selesai.

Perkembangan Masonry Amerika mengalami kemunduran pada tahun 1820, ketika sentimen Antimasonic mencapai puncaknya yang ditandai dengan dimunculkannya calon presiden sebagai lawan Lodge. Pada masa itu, banyak badan-badan yang berada di bawah naungan Lodge tidak muncul lagi. Kekacauan itu terjadi karena Mason dituduh melakukan hukuman kepada mereka yang dianggap berkhianat kerana membuka rahsia persaudaraan Lodge di New York.

Ketika Perang Sivil di AS berkecamuk, Mason berada di dua sisi. Anggota Lodge yang turun dalam peperangan menggunakan seragam dengan warna yang berbeda. Tahanan perang yang merupakan anggota Mason diminta untuk datang ke Lodge untuk mendapatkan pembebasan bersyarat dan menghadiri pemakaman prajurit Masonic yang gugur.

Peranan Masonry dalam aspek kehidupan sosial AS di akhir abad 19 dan awal abad 20 cukup penting. Banyak tokoh-tokoh terkemuka di masyarakat adalah anggota Lodge. Organisasi persaudaraan yang juga muncul untuk bersaing dengan Mason antara lain, Grange, Elks, Moose, dan Odd Fellows. Kegiatan amal Masonic mampu menyokong kehidupan sosial masyarakat di masa-masa sulit, dan kegiatan itu ada jauh sebelum dibuatnya program jaringan keamanan sosial pada tahun 1930.

Keanggotaan dalam persaudaraan Masonic mencapai puncaknya pada akhir tahun 1950, dan setelah masa itu, mengalami penurunan. Fenomena yang sama juga terjadi pada berbagai organisasi persaudaraan lain, seperti di berbagai kelab perniagaan, gereja, dsb. Penurunan itu disebabkan meningkatnya berbagai sarana hiburan di rumah secara besar-besaran, tuntutan pekerjaan yang semakin besar, dan sebab-sebab lainnya. Tidak seorang pun yang tahu bagaimana cara mengubah kemunduran itu, akan tetapi peranan Lodge dalam struktur sosial dipelbagai kota sepertinya akan terus surut dan mampu berubah hanya apabila seluruh struktur sosial masyarakat AS berubah menjadi jenis masyarakat yang berorientasi keluar (outward oriented). Survey memperlihatkan bahwa saat ini banyak orang Amerika yang tidak lagi peduli pada kewujudan persaudaraan Masonic. Padahal, lebih dari 50 tahun yang lalu, sikap tidak peduli terhadap keberadaan Lodge hanyalah sebuah impian.

Freemason (Part 1)

freemason

Freemasonry (bahasa Inggeris) adalah sebuah organisasi persaudaraan antarabangsa. Freemasonry pada zaman moden bermula dengan berdirinya Grand Lodge di London, Inggris pada tahun 1717. Sebagian peneliti Barat berkeyakinan bahwa Freemasonry sebenarnya sudah didirikan di Scotland pada abad ke-14, ketika Ksatria Templar dihapuskan oleh Raja Perancis Philipe le Bel dan Paus Clement V.

Di Scotland, Knight Templar ini menyusup ke dalam organisasi-organisasi buruh binaan (Mason) dan menguasai kelab-kelab pekerjanya (lodge). Mereka kemudian menggelarkan diri mereka sebagai Freemasonry, sebuah istilah yang sebenarnya nama lain dari perkumpulan Kabbalah Yahudi-Talmud.

Dari Eropah, Freemasonry yang terbahagi dalam dua kelompok besar (Scotland Rites dan York Rites) menyebar ke seluruh dunia termasuk Malaysia.

Freemason adalah campuran ritual mistik ajaran sesat Kabbalah dan gerakan politik. Tetapi sejak tumbuhnya banyak pertubuhan politik dan ekonomi Dajal (Bilderberg Group contohnya) yang lain, maka Freemason banyak menumpukan kepada kebajikan sosial dan konsep persamaan dan persaudaraan manusia.

Freemason jika ditelusuri adalah berasal dari ajaran sesat Kabbalah, iaitu ajaran sesat Yahudi yang diwarisi dari era Firaun Mesir dan era Babilon Kuno. Sihir adalah intipati ajaran Kabbalah dan ini membawa kepada penyembahan Syaitan dan Iblis untuk memohon tercapainya sihir-sihir yang dilakukan.Kabbalah sebenarnya yang mengajar bahawa setiap nombor mempunyai kuasa sihir (magic) juga dari sini timbul beraneka ragam simbol, rajah dan sigil yang dipercayai dapat memanggil kuasa sihir.

Freemason mempunyai peringkat-peringkat penyertaan (level). Peringkat terendah akan diajar konsep persamaan dan persaudaraaan manusia. Agama tidak disentuh.Tetapi setiap kali menaiki peringkat, ahli akan dimasukkan sedikit demi sedikit doktrin Satanism dan mistik Kabbalah. Akhirnya pada peringkat tertinggi (contohnya 33rd degree) seseorang itu akan menyembah Iblis sepenuhnya dan tunduk kepada perintah-perintah Dajal Laknatullah.

bersambung…